Kamis, 29 Agustus 2019

Pengertian dan Pengembangan Teori Atom


PENGERTIAN dan PERKEMBANGAN TEORI ATOM
v  Pengertian Atom
Kita sering mendengar bahwa semua materi yang ada di alam tersusun atas atom-atom. Tapi kita tidak tau Apa sih atom itu?
Atom berasal dari kata ATOMOS , A  berarti tidak dan TOMOS berarti Tidak dapat dipotong atau dibagi. Jadi, Atom merupakan bagian terkecil suatu materi yang tidak dapat dibag lagi. Akan tetapi, atom mempunyai partikel-partikel penyusun, yaitu Elektron yang bermuatan negative, proton yang bermuatan positif, inti atom, dan neutron yang tidak bermuatan.  Teori atom dibuat untuk memudahkan dalam mempelajari sifat-sifat atom. Teori atom tidak muncul seketika, tetapi selalu ada penyempurnaan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
            Konsep atom secara ilmiah pertama kali dikemukakan oleh John Dalton (1808), lalu dikembangkan oleh J.J Thomson (1897), E.Rutherford (1911), dan disempurnakan oleh Niels Bohr(1914). Berikut ini uraian lengkap tentang teori atom. * SELMAT MEMBACA* J

                                                






v  Teori Atom
Demokritus menyatakan bahwa suatu materi terus dibagi, suatu saat akan sampai pada suatu partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel ini disebut dengan atom
1.      Teori Atom John Dalton (1808)
                   

                                                                                                        
John Dalton mengemukakan bahwa atom itu adalah bagian terkecil suatu materi yang tidak bisa dibagi lagi, yang mempunyai masih sifat sama dengan unsur tersebut. Hal ini memperkuat argument dari Demokritus. Dan juga menurut John Dalton atom itu berbentuk seperti bola sederhana yang berukuran kecil (bulat dan pejal) 
Teori atom Dalton ini dianggap sebagai teori ilmiah yang pertama kali dikemukakan.

2.      Teori Atom Thomson ( Model Atom Roti Kismis) (1897)
Penemuan electron oleh J.J. Thomson melemahkan teori atom Dalton. Menurut Thomson  atom terdiri dari materi yang bermuatan positif beserta electron-elektron yang tersebar merata. Teori atom Thomson ini sering disebut teori atom “ Roti Kismis”. Elektron-elektron yang menyebar dalam atom di umpamakan sebagai kismis yang menyebar diseluruh bagian roti.  Hal ini di kemukakan setalah ia melakukan percobaan dengan menggunakan tabung sinar katoda.  
                     

3.      Teori Atom Goldstein (1886)
Goldstein sebenarnya adalah penemu kulit atom. Ia mengatakan bahwa sinar yang terlihat pada percobaan Thomson merupakan sinar anode atau sinar positif, yang memiliki kekuatan 2000 kali lipat dari kekuatan elekron yang berada pada kulit atom

4.      Teori Atom Rutherford (1911)
Pada tahun 1911, Rutherford menemukan bukti-bukti baru tentang kelemahan teori atom Thomson. Bukti-bukti tersebut diperoleh setelah Rutherford melakukan serangkaian percobaan dengan cara menembakkan sinar alfa pada lempeng logam emas yang sangat tipis. Dari hasil percobaan tesebut, diperoleh data bahwa ternyata sebagian besar sinar alfa diteruskan ada sebagian kecil sinar alfa dibelokkan dan dipantulkan.
Kesimpulan dari percobaan tersebut ialah
1.      Dipusat atom terdapat inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi electron pada jarak yang cukup jauh dari inti.
2.      Massa atom terpusat pada inti atom.
3.      Didalam atom terdapat ruang kosong.

                      

                                     Percobaan Rutherford

                             



5.  Teori Atom Niels Bohr (1913)
Pada tahun 1913, Niels Bohr mencoba meperbaiki teori atom Rutherford. Bohr melakukan perbaikan dengan cara menggabungkan teori atom Rutherford dan mekanika kuantum. Sehingga bohr menyimpulkan bahwa electron mengelilingi inti atom pada orbit/lintasan tertentu dengan tingkat-tingkat energy tertentu tanpa memancarkan atau menyerap. elektron hanya dapat berpindh dari lintasa satu ke lintasan lainnya dengan menyerab atau menyerap atau memancarkan energy.
                 

Teori atom Bohr menjadi acuan dari beberapa ilmuwan dalam melahirkan teori atom modern (teori mekanika kuantum atau teori mekanika gelombang)

5.      Teori Atom Modern
Teori atom modern atau teori mekanika kuantum merupakan perbaikkan dan perkembangan dari teori atom Bohr yang dibangun oleh beberapa ilmuwan seperti Louis de Broglie, Erwin Schrodinger, dan Werner Heisenberg.
-          Louis de Broglie (1923) ( Teori Dualisme)
Elektron didalam atom dapat dipandang sebagai partikel dan gelombang.
-          Erwin Schrodnger (1926)
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger. Schodinger memecahkan suatu persamaan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya electron dalam tiga dimensi
-          Werner Heisenberg (1927)( Teori KetidakPastian)
Kedudukan dan kecepatan gerak electron tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah kemungkinan terbesarnya atau probabilitasnya.

Daftar pustka
(Agus Susanto, M.Pd, 2012)
(erna tri wulandari, 2016)





Asam Basa

KONSEP ASAM BASA💙💖 Assalamualaikum teman-teman 😍 diblog kali ini aku akan membahas tentang asam-basa😲😉                   ...