PENGERTIAN
dan PERKEMBANGAN TEORI ATOM
v Pengertian
Atom
Kita sering mendengar bahwa semua
materi yang ada di alam tersusun atas atom-atom. Tapi kita tidak tau Apa sih
atom itu?
Atom berasal dari kata ATOMOS , A berarti tidak dan TOMOS berarti Tidak dapat dipotong atau dibagi. Jadi,
Atom merupakan bagian terkecil suatu materi yang tidak dapat dibag lagi. Akan
tetapi, atom mempunyai partikel-partikel penyusun, yaitu Elektron yang
bermuatan negative, proton yang bermuatan positif, inti atom, dan neutron yang tidak
bermuatan. Teori atom dibuat untuk
memudahkan dalam mempelajari sifat-sifat atom. Teori atom tidak muncul
seketika, tetapi selalu ada penyempurnaan seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan.
Konsep
atom secara ilmiah pertama kali dikemukakan oleh John Dalton (1808), lalu
dikembangkan oleh J.J Thomson (1897), E.Rutherford (1911), dan disempurnakan
oleh Niels Bohr(1914). Berikut ini uraian lengkap tentang teori atom. * SELMAT
MEMBACA* J
v Teori Atom
Demokritus menyatakan bahwa suatu materi terus dibagi,
suatu saat akan sampai pada suatu partikel yang tidak dapat dibagi lagi.
Partikel ini disebut dengan atom
1. Teori Atom John
Dalton (1808)
John
Dalton mengemukakan bahwa atom itu adalah bagian terkecil suatu materi yang
tidak bisa dibagi lagi, yang mempunyai masih sifat sama dengan unsur tersebut.
Hal ini memperkuat argument dari Demokritus. Dan juga menurut John Dalton atom
itu berbentuk seperti bola sederhana yang berukuran kecil (bulat dan pejal)
Teori atom Dalton ini
dianggap sebagai teori ilmiah yang pertama kali dikemukakan.
2. Teori Atom Thomson (
Model Atom Roti Kismis) (1897)
Penemuan
electron oleh J.J. Thomson melemahkan teori atom Dalton. Menurut Thomson atom terdiri dari materi yang bermuatan
positif beserta electron-elektron yang tersebar merata. Teori atom Thomson ini
sering disebut teori atom “ Roti Kismis”. Elektron-elektron yang menyebar dalam
atom di umpamakan sebagai kismis yang menyebar diseluruh bagian roti. Hal ini di kemukakan setalah ia melakukan
percobaan dengan menggunakan tabung sinar katoda.
3. Teori Atom
Goldstein (1886)
Goldstein
sebenarnya adalah penemu kulit atom. Ia mengatakan bahwa sinar yang terlihat
pada percobaan Thomson merupakan sinar anode atau sinar positif, yang memiliki
kekuatan 2000 kali lipat dari kekuatan elekron yang berada pada kulit atom
4. Teori Atom
Rutherford (1911)
Pada
tahun 1911, Rutherford menemukan bukti-bukti baru tentang kelemahan teori atom
Thomson. Bukti-bukti tersebut diperoleh setelah Rutherford melakukan
serangkaian percobaan dengan cara menembakkan sinar alfa pada lempeng logam
emas yang sangat tipis. Dari hasil percobaan tesebut, diperoleh data bahwa
ternyata sebagian besar sinar alfa diteruskan ada sebagian kecil sinar alfa
dibelokkan dan dipantulkan.
Kesimpulan
dari percobaan tersebut ialah
1.
Dipusat atom
terdapat inti atom yang sangat kecil
dan bermuatan positif yang dikelilingi electron pada jarak yang cukup jauh dari
inti.
2.
Massa atom terpusat
pada inti atom.
3.
Didalam atom
terdapat ruang kosong.
Percobaan Rutherford
5. Teori Atom Niels Bohr (1913)
Pada tahun 1913, Niels Bohr mencoba
meperbaiki teori atom Rutherford. Bohr melakukan perbaikan dengan cara
menggabungkan teori atom Rutherford dan mekanika kuantum. Sehingga bohr menyimpulkan
bahwa electron mengelilingi inti atom pada orbit/lintasan tertentu dengan
tingkat-tingkat energy tertentu tanpa memancarkan atau menyerap. elektron hanya
dapat berpindh dari lintasa satu ke lintasan lainnya dengan menyerab atau menyerap
atau memancarkan energy.
Teori atom Bohr menjadi acuan dari
beberapa ilmuwan dalam melahirkan teori atom modern (teori mekanika kuantum
atau teori mekanika gelombang)
5.
Teori Atom Modern
Teori
atom modern atau teori mekanika kuantum merupakan perbaikkan dan perkembangan dari
teori atom Bohr yang dibangun oleh beberapa ilmuwan seperti Louis de Broglie,
Erwin Schrodinger, dan Werner Heisenberg.
-
Louis de Broglie
(1923) ( Teori Dualisme)
Elektron didalam atom
dapat dipandang sebagai partikel dan gelombang.
-
Erwin Schrodnger
(1926)
Model atom mekanika
kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger. Schodinger memecahkan suatu
persamaan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya electron
dalam tiga dimensi
-
Werner Heisenberg
(1927)( Teori KetidakPastian)
Kedudukan dan kecepatan
gerak electron tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah
kemungkinan terbesarnya atau probabilitasnya.
Daftar pustka





