Sabtu, 05 Oktober 2019

Asam Basa




KONSEP ASAM BASAπŸ’™πŸ’–
Assalamualaikum teman-teman 😍
diblog kali ini aku akan membahas tentang asam-basaπŸ˜²πŸ˜‰

                                                                      

          Sebelumya kalian pasti tau apa itu basa dan asam. Jika ada segelas jus lemon dan sebuah sabun pasti dengan mudahnya kita menentukan yang mana asam dan basa. Kita bisa merasaknannya jika berasa masam pasti itu asam dan jika berasa pahit pasti itu basa. Tapi tidak semuanya bisa kita cicipi seperti jus lemon dan sabun yang sudah familiar di kehidupan kita dan tidak berdampak buruk. Bagaimana jika yang akan kita uji asam basa merupakan suatu senyawa yang bisa dibilang berbahaya bagi diri kita ? kita dapat menentukan asam basa dengan menggunakan konsep para ilmuawa yang luar biasa.

1.       Teori Arrhenius πŸ‘¨
Pada tahun 1886, Svante August Arrhenius, ilmuwan dari Swedia mengemukakan teori menegenai asam dan basa. Menurut Arrhenius, asam difenisikan sebagai zat yang menghasilkan ion hydronium ( H­3O+) atau ion hydrogen ( H+) apabila dilarutkan dalam air.  nah teman -teman ternyata ada dua jenis asam dan dua jenis basa jika dilihat dari jumlah H⁺ (untuk asam) dan ion OH⁻ (untuk basa) yang dihasilkan dalam reaksi ionisasi. 
Contoh :
a. asam monoprotik (jumlah ion H⁺ = 1)
    HCl (π‘Žπ‘ž) → H(π‘Žπ‘ž) + Cl⁻ (π‘Žπ‘ž) asam klorida
b. asam poliprotik (  jumlah ion H⁺ > 1)
    H2SO4 (aq) 2 H+(aq) + SO42-(aq) asam sulfat
c. basa monoprotik ( jumlah ion OH⁻ = 1)
    NaOH (π‘Žπ‘ž) → Na(π‘Žπ‘ž) + OH⁻ (π‘Žπ‘ž) natrium hidroksida
d. basa poliprotik (  jumlah ion OH⁻ > 1)
    Ba(OH)2(aq) Ba2+ (aq) + 2OH (aq) barium hidroksida

Arrhenius mendefinisikan basa sebagai zat yang mengahasilkan ion hidroksida ( OH-) jika dilarutkan dalam air.
Contoh :
Alumunium Hidroksida
Al(OH)3(aq)↔Al³⁺ (aq) + 3OH-  (aq)
Dapat disimpulkan bahwa kita dapat menentukan asam basa dengan mudah tetapi teori Arrhenius ini hanya pada pelarut air. Jika pelarutnya bukan air dan zat yang terurai tidak menghasilkan ion H+ ­dan OH- , teori ini tidak berlaku. Reaksi asam basa yang tidak melibatkan ion H+ ­dan OH-  dapat dijelaskan menggunakan teori Bronsted Lowry dan teori Lewis. (Annik, 2017)



2.       Teori Bronsted LowryπŸ‘¬
Pada 1923, Johannes Nicolaus Bronsted, kimiawan dari Denmark dan Thomas Martin Lowry, kimiawan dari Amerika Serikat mendefiniskan tentang asam basa. Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton, sedangkan basa adalah spesi yang bertindak sebagai penerima (aseptor) proton dalam suatu reaksi transfer proton. Pada reaksi asam-basa  Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi. (Annik, 2017)


Contoh:






Dapat disimpulkan bahwa teori ini dapat menjelaskan atau melengkapai konsep asam – basa Arrhenius tetapi tidak dapat menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan transefer proton ( H+)

3.       Teori LewisπŸ‘¨

Pada 1923, Gilbert N. Lewis, kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan bahwa asam basa berdasarakan teori ikatan kimia. Menurut lewis, asam adalah peneriman (akseptor) pasangan electron bebas. Sementara itu, basa adalah pemberi (donor) pasangan electron bebas. (Annik, 2017)






Cukup sekian terimakasih banyak 😊 byee byeeπŸ‘‹πŸ‘‹


 Annik, Q. (2017). Kimia Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam . Klaten , Jawa Tengah, Indonesia: PT Intan Pariwara.

Selasa, 24 September 2019

IKATAN dan STRUKTUR - LARUTAN ELEKTRONIT


Assamualaikum teman-teman berjumpa lagi dengan tulisan saya hehehe…πŸ’•
Sebelumnya saya sudah membahas tentang factor geometri ada yang ingat apa saja factor geomeri itu? Ok kita review kembali yaa 😊. Jadi, faktor geometri yang pertama yaitu jari-jari atomic dan ion,kedua entalpi kisi, ketiga tetapan madelung, keempat struktur Kristal logam, kelima Kristal ionic, keenam yaitu aturan jari-jari, the last variasi ungkapan struktur padatan.
Langsung saja yaa kita masuk ke faktor selanjutnya yaitu faktor elektronik.πŸ˜‰

FAKTOR EEKTRONIK

Faktor elektronik yaitu faktor yang memiliki sifat elektronik yang  menentukan ikatan dan struktur senyawa, seperti kekuatan atom-atom penyusun dalam menaruk dan menolak electron, molekul orbital yang diisi electron valensi, dsb. Berikut ini adalah konsep fundamental dari faktor elektronik.
1.       Muatan inti efektif ( Zeff)
Karena muatan positif inti biasanya  sedikit banyak dilawan oleh muatan electron (dibawah elekron valensi), muatan inti yang dirasakan oleh electron valensi suartu atom dengan nomor Z akan lebih kecil dengan muatan inti, Ze. Penurunan uni dungkapkan dengan konstanta perisai dan muatan ini netto disebut muatan inti efektif, Zeff.

Zeff = Z –  𝜎


β„ΎMuatan inti efektif bervariasi orbital dan jarak inti

Jadi di muatan inti efektif ini terjadi tarik menarik electron teman – teman

2.       Energi Ionisasi ( Ei)
Energi ionisasi didefinisikan sebagai enertgi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan electron dari atonm dalam fase gas (g).

  𝑨(𝑔)→ 𝑨⁺(𝑔) + 𝗲(𝑔)

Energi ionisasi  ionisasi yang pertama, yang mengeluarakan electron terluar merupakan energy ionisasi terendah, energy ionisasi ke -2 dan ke -3 dan seterusnya yang mengionisasi lebih lanjut kation, meningkat dengan cepat sehingga memiliki energy ionisasi yang semakin besar. Sehingga dapat diambil persamaan yaitu
                                                    Ei1 < Ei2< Ei3
Entalpi ionisasi  yakni perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan termodinamika.
Unsur alkali umumnya memiliki energy ionisasi terendah karena unsur –unsur nya akan terstabilkan dengan pengeluaran satu electron terluar untuk mencapai konfigurasi gas mulia. Kenapa gas mulia? Karena gas mulia ini memiliki struktur elketronik yang stabil dengan demikian energy ionisasi yang dimilikinya adalah yang terbesar.
Jadi, di energy ionisasi ini terjadi perlepasaan electron untuk mencapai kestabilan.



 Nah gimana udah mulai ada gambaran heheh πŸ˜€… lanjut yaa teman – teman

3.       Afinitas Elektron
Afinitas electron adalah negative entalpi penangkapan electron oleh atom dalam fase gas, sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan berikut dan dilambangkan dengan                         A  (= -Heg)
A(g) + e ⟶ A-(g)
Afinitas electron dapat dianggap entalpi ionisasi anion. Karena atom halogen mencapai konfigurasi electron gas mulia bila satu lektron ditambahkan, afinitas electron bernilai besar.
Sehingga difenisikan afinitas electron pertama adalah energy yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu electron untuk membentuk 1 mol ion gas.

4.       Ke-elektronegatifan  ( X )
Ke-elektronegatifan adalah salah satu parameter atom paling fundamental yang mengungkapkan secara numerik kecenderungan atom untuk menarik electron dalam molekul. Dasar teori yang digunakan untuk menentukan ke-elektronegatifan.
a.       L . Pauling
L. pauling mendefinisikan ke-elektronegatifan sebagai besaran kuntitatif katrakter ion ikatan
                                      πž“=𝑫(𝐴𝐡) - 1/2 𝑫(𝐴𝐴)+ 𝘿(π˜‰π˜‰))

D adalah energy ikatan kovalen. Namun, kemudian diamati tidak selalu positif dan Pauling memodifikasi definisinya dengan:
                                     πž“=𝑫(𝐴𝐡) - √𝑫(𝐴𝐴)+ 𝘿(π˜‰π˜‰))
Ke-elektronegatifan difenisikan dengan cara agar perbedaan ke-elektronegatifan atom A dan B sebanding dengan akar kuadrat karakter ion.

                                                            |π—«πšŠ - π—«πš‹| = 0.208√Ξ”

                           
                                 

b.      A. L. Allerd dan E. G. Rochow
Ke-elektronegatifan merupakan medan listrik dipermukaan aom Zeff / r2. Mereka menambahkan konstantauntuk membuat keelektronegatifan mereka X AR sedekat mungkin dengan nilai Pauling dengan menggunakan r adalah jari-jari ikatan kovalen atom.

                                       Xπ‘Žπ‘Ÿ = 0.74 + 0.36    Zeff / r2

Dengan hasil kesimpulan yaitu unsur-unsur dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki ke elektronegatifan yang besar.
c.       R. Muliken
Mendefinisikan ke-lektronegatifan sebagai rata-rata energy ionisasi dan afinitas elektron A .
                                                                       𝐗𝐦 = 1/2 ( I +A)
  
Karena energy ionisasi adalah energy eksitasi elektronik dari HOMO ( highest occupied moleculer  orbital) dan afinitas electron adalah penambahan electron ke LUMO (lowest unoccupied moleculer orbital) . dalam definisi ini keeloktonegatifan dapat disebut juga rata-rata tingkat energy HOMO dan LUMO.
Dalam ke – elektronegatifan  berhubungan langsung dengan orbital atom.  Ke-elektronegatifan atom – atom penyusun adalah besaran yang penting untuk menjelaskan ikatan, struktur, dan reaksi senyawa. Ke-elektronegatifan meningkat kekanan dan menurun jika kebawah dalam table periodic unsur.


                                  


5.       Orbital molekul

Fungsi gelombang electron dalam suatu atonm disebut orbital atom. Karena kebolehjadian menemukan electron dalam orbital molekul sebanding kuadrat fungsi gelombang, peta electron tampak seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi gelombang mempunyai daerah beramplitudo positif atu negative yang disebut cuping (lobes) . Tumpang tindih cuping positif dengan positif atau negative dengan negative dalam molekul akan memperkuat satu sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping postif dengan negative akan meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan. 
Dalam pembentukan molekul orbital atom bertumpang tindih menghasilkan orbital molekul akni fungsi gelombng electron dalam molekul. Jumlah orbital molekul adalah jumlah atom dan orbital molekul ini diklasifikasikan menjadi orbital molekul ikatan, non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnta partisipasi orbital itu dalam ikatan antar atom. Kondisi pembentukan orbital molekul ikatan adalah sebagai berikut.
Syarat pembentukan orbital molekul ikatan
-          Cuping orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpng tindih
-          Tanda postif atau negative cuping yang bertumpang tindih sama
-          Tungkat energy atom-atomnya dekat
Kasus paling sederhana adalah orbital molekul yang dibentuk dari orbital atom A dan B dan akan dijelaskan disini. Orbital molekul ikatan dibentuk antar A dan B bila syarat-syarat diatas dipenuhi, tetapi bila salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi  seperti bila tanda salah satu orbital atom dibalik, sayarat ke 2 tidak dipenuhi dan orbital molekul anti ikatan ang memiliki cuping yang bertumpang tindih dengan tanda berlawanan akan dihasilkan seperti gambar dibawah ini
                                                                     





Tingakatan energy orbital molekul ikatan lebih rendah, sedangkan tingkatan energy antiikatan lebih tinggi dari tingkat energy orbita atom penyusunnya. Semakin besar selisih energy orbital ikatan dan anti ikatan, maka semakin kuat ikatannya. Bila tidak interaksi ikatan dan anti ikatan antara A dan B, orbital molekul yang dihasilkan adalah orbital non ikatan. Electron menempati orbital molekul dari yang terendah ke energy yang tertinggi. Orbital molekul terisi dan berenergi tertinggi disebut HOMO dan orbilat molekul kosong yang berenrgi rendah disebut LUMO .(Taro, 2004)

Cukup sekian yaa.. terimakasih 😊

DAFTAR PUSTAKA

Taro, S. (2004, Mei 10). Buku Teks Online Kimia Anorganik. Kimia Anorganik. (Ismunandar, Trans.) Tokyo, Jepang.



 

Minggu, 15 September 2019

ikatan dan struktur


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…J
Assalamualaikaum warrahmatullahi wabarakuh
Welcome to my blog guys…. Apa kabarnya ni??? Hehe semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa
Materi yang akan saya bahas pada blog ini yaitu tentang… jeng jeng jeng…… ikatan dan struktur…. Wow amazing. Apa itu ikatan? Hayooo apa heheh… ok penasaran kan…silakan simak penjelasan berikut ini. Selamat membaca 

IKATAN dan STRTUKTUR
 

-        ikatan, struktur, reaksi, sifat fisik itu sangat dipengaruhi oleh jari- jari atom, sudut ikatan, dan elektron valensi atom atau ion

 Klasifikasi Ikatan
Ikatan adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan senyawa tersebut menjadi stabil. Wow seperti pasangan aja yaa saling menyempurnakan haha :D ayoo jangan baper. Nah sudah tau kan apa itu ikatan, penjelasan dibawah ini akan menjelaskan ikatan secara rinci yukkss disimak…J
A.      Ikatan logam
Ikatan logam terjadi antara atom-atom logam dalam suatu unsur logam, misalnya ikatan logam pada besi, zink, tembaga, dan unsur logam lainnya. Ikatan logam adalah ikatan antaratom dalam suatu unsur logam dengan menggunakan interaksi antarelektron valensi (Wulandari, 2016) 
  
B.      Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan pasangan elektron bersama yang berasal dari kedua atom yang berikatan. Dengan kata lain, kedua atom saling menyumbangkan elektronnya, kemudian elektron tersebut digunakan bersama agar mencapai kestabilan.  Diikatan kovalen ini mereka itu saling melengkapi satu sama lain selalu support gitu dehh :D
C.      Ikatan Ion
Ikatan ion atau ikatan elektrovalen adalah ikatan yang terjadi antara ion positif ( kation) dengan ion negatif (anion) akibat adanya gaya elektrostatis ( terus-menerus) anatara ion berbeda muatan tersebut. Kation terbentuk apabila suatu atom melepas elektron valensinya, sedangkan anion terbentuk apabila suatu atom menangkap elektron dari atom lainnya.  Pada senayawa NaCl, ion Na+ merupakan ion logam, sedangkan ion Cl- merupakan ion nonlogam. Oleh karena itu, senyawa NaCl merupakan senyawa ion karena terbentuk dari ikatan ion.


Sekarang teman-teman sudah tau kan apa itu ikatan dan apa saja jenis ikatan. Selanjutnya akan ada faktor yang menentukan ikatan tersebut… okee kembali disimak yaa

Faktor Geometri yang menentukan ikatan dan struktur
Dua parameter, jari- jari dan kekuatan menraik electron atom atau ion menentukan ikatan, struktur, dan reaksi zat elementer dan senyawa. Banyak usaha telah didedikasikan untuk mendapatkan nilai numerik dua factor yang dapat diterapkan untuk semua material.

a.      Jari – jari atomik dan ion
Kerapatan electron dalam atom secara perlahan akan menuju, tetapi tidak mencapai nol ketika jarak dan inti meningkat. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa jari-jari atom atau ion tidak dapat ditentukan. Namun, secara eksperimen mungkin untuk menentukan  jarak antar inti  atom. Jari-jari atomic yang ditentukan secara eksperimen merupkan salah satu parameter atomic yang sangat penting untuk mendeskripsikan kimia structural senyawa. Hal inilah yang menjadi alasan bahwa jari-jari logam sebagai separuh jarak atom logam (2r).
Jari-jari kovalen secara eksperimen mendefinisikan separuh jarak atom logam antara dua atom yang sama terikat secra bersama oleh ikata kovalen. Jari – jari ionic (r1+r) berkaitan dengan jarak antara dua inti yang terhubung oleh ikatan elektrostatik antara kation ( positif) dan anion (negative) masing-masing unsur. Berikut merupakan gambar yang menggambarkan jari-jari atomic dan ionic.

 Kita juga harus sadar bahwa jarak kation dan anion pasangan ion yang sama menjadi lebih besar ketika bilangan koordinasi ion lawannya meningkat. Jari- jari logam dan kovalen, juga disebut jari- jari atomik, menjadi lebih kecil dalam periode yang sama dari kiri kekanan.

b.       Entalpi Kisi
Entalpi kisi difenisikan sebagai perubahan entalpi standar reaksi dekomposisi ristal ionik menjadi ion-ion gasnya (s adalah solid, g adalah gas, dan L adalah kisi (lattice)). Entalpi kisi secara tidak langsung dihitung dari nilai dari nilai perubahan entalpi dalam tiap tahap menggunakan siklus Bom-Habber. Siklus Bom-Habber adalah suatu oendektan yang digunakan untuk menganalisi energi reaksi. Siklus ini dibentuk dengan menggunakan data entalpi; entalpi pembentukan standar kristal ion dari unsur- unsurnya, ∆Hentalpi sublimasi padatan elementernya, entalpi atomisasi yang berhubungan entalpidisosiasi molekul ganya, ∆Hatom, entalpi ionisasi yakni jumlah entalpi ionisasi pembentukan kation dan entalpi pengangkapan elektron dalam pembentukan anion, ∆Hion. Entalpi kisi dihitung dengan menggunakan habungan: (Taro, kimia anorganik, 2004)

∆Hatom+∆Hion - ∆HL- ∆Hf  = 0
c.       Tetapan Madelung
Entalpi potensial coulomb total antara ion dalam senyawa ionik yang terdiri atas ion A dan ion B adalah penjumlahan energi potensial coulomb intraksi ion individual, Vab karena lokasi ion-ion dalam kisi kristal ditentukan oleh tipe struktur, potensial Coulomb total antar ion dihitung dengan menentukan jarak antar iond d. A adalah Tetapan Madelung  yang khas untuk tiap struktur kristal.  Faktor terbesar selanjutnya yang berkontribusi pada entalpi kisi adalah gaya van der Waals, dan gaya dispersi atau interaksi London . interaksi ini bersifat tarikan antara dipol listrik, yang berbanding terbalik dengan pangakat 6 jarak antar ion. Gaya van der waals nilainya sangat kecil yaitu 1% dari harga total gaya coulomb.

d.      Struktur kristal logam

Bila kita bayangkan atom logam sebagai bola keras, bila disusun terjejal dibidang setiap bola akan bersentuhan dengan enam bola lain (A). bila lapisan lain sususan dua dimensi ini diletakkan diataslapisan pertama, pengepakan akan rapat dan strukturnya akan saling stabil secara energetik bila atom – atom logamnya diletakkan diatas lubang (B) lapisan pertama. Baila palisan ke tiga diletakkan diatas lapisan kedua, ada dua kemungkinan. Yakni lapisan ketiga (A)  berimpit dengan lapisan pertama (A) atau lapisn ketiga (C) tidak berimpit baik dengan (A) atau (B). Pengepakan jenis ABAB..- disebut heksagonal terjajl (hcp) dan jenis ABCABC…- disebut kubus terjajal (ccp) . Dalam kedua kasus ini, setiap bola dikelilini oleh 12 bola lain, dengan kata lain berbilangan koordinasi 12. Polihedral yang dibentuk dalam hcp adalah anti-kubooktahedral, dan dalam ccp adalah kubooktahedral.
 Bila kisinya diiris dibidang yang berbeda, sel satuan ccp nampak berpa kubus berpusat muka (fcc)  kubus berpusat muka? Apaan tu?  Nah begini ya jadi maksud kubus berpusat muka yaitu adanya bola disetiap sudut kubus dan satu di pusat setiap muka.  Sudah mengerti? Hehe. Oke lanjut yaa.  Sel satuan hcp adalah prisma rombohedral  yang mengandung dua bola yang terletak  pada posisi yang ditunjukkan gambar dibawah ini..



Dalam hcp dan ccp,  terdapat lubang diantara bola – bola ( renggangan), yang dapat berupa lubang Ob yang dikelilingi 6 bola atau Td yang dikelilingi oleh 4 bola
                        Yang dapat masuk kedelam lubang atau cela tersebut adalah anion.
              Gimanaa materinyaa? Asyikkk kan? Hehe masih semangat nggak nii? Lanjut yaa :D
e.      Kristal Ionik
Struktur dasar Kristal ion adalah ion yang lebih besar (anion) membentuk susunan terjajal  dan ion yang lebih kecil (kation) masuk kedalam lubang octahedral atau tetrahedral diantara anion. kristal ionic dikalsifikasikan kedalam beberapa tipe struktur berdasarkan jenis kation dan anion yang terlibat dan jari-jari ionnya. Setiap tipe struktur disebut dengan nama senyawa yang khas.
                                                             

Cesium kholorida, CsCl adalah struktur khas yang diberikan. Ada satu ion Cs+  di pusat kubus dan delapan ion Cl- berada di sudut-sudut kubus. Sebaliknya bila Cl- berada di pusat dan delapan Cs+  berada disudut-sudut kubus, jumlah masing-masing ion tetap sama. Jadi, struktur ini dirujuk sebagai struktur (8,8). Ada satuan ion Cs+ dan satu ion Cl- dalam satu sel satuan sehingga cocok dengan rumus CsCl.  (Taro, kimia anorganik, 2004)

Kita sudah belajar jari-jari atomik dan ion, lalu entalpi kisi,tetapan  madelung, struktur kristal logam, kristal ionik hmm udah banyak yaa.. tapi masih ada yang kurang teman-teman yaitu Aturan Jari-jari. Ternyata jari-jari juga ada aturan yaa heheh.

f.      Aturan Jari-Jari
Dalam bagian struktur yang hanya terdiri dari anion, anion membentuk koordinasi polihedral disekeliling kation. Jari jari anion rx adalah separuh sisi polihedral dan jarak kation di pusat polihedral kesudut polihedral adalah jumlah jari-jari kation dan anion rx + rM. Polihedral  dalam CsCl adalah kubus, strktur NaCl adalah oktahedral, dan ZnS adalah tetrahedral. Jarak dari pudat kesudut polihedral adalah berturut-turut √3rx,√2rx,dan 1/2√6rx. sehingga, rasio jari-jari kation dan anion adalah ( √3rx-rx)/rx= √3-1=732 ini untuk senyawa CsCl, ((√2rx-rx))/rx= √2-1=0,414  untuk NaCl,     ( 1/2  √6rx-rx)/rx 1/2√6-1=0,225untuk ZnS    (Taro, kimia anorganik, 2004)




                                            
 Udah selesai belum?? Hehe belum yaa masih ada 1 materi lagi yaitu variasi ungkapan Struktur padatan

g.       Variasi Ungkapan Struktur Padatan

Banyak padatan anorganik memiliki struktur 3-dimensi yang rumit iyaa seperti kamu yang rumit heheh. Ilustrasi yang berbeda dari senyawa yang sama akan membantu kita memahami struktur tersebut. Dalam hal senyawa anorganik yang RUMIT, mengambarkan ikatan antar atom. Walaupun terdapat ikatan antar anion, strukturnya akan disederhanakan bila polihedral anion menggunakan dua susdut (muka atau sisi). Struktur ionik dianggap strktur terjejal anion.
                        


                                           



Cukup sekian dulu ya teman-teman materinya. Gimana paham nggak? Saya aja nggak paham hehe just kidding. Semoga materi ini bermanfaat ya buat teman-teman. Terimakasih karena sudah membaca blog saya, mohon kritik dan saran nyaa yaa teman-teman see you next time bye bye….



DAFTAR PUSTAKA

Taro, S. (2004, mei ). kimia anorganik. buku teks kimia anorganik online. (ismunandar, Trans.) tokyo, tokyo, Jepang: Iwanami Shoten.
Wulandari, E. T. (2016, mei). Kimia Peminatan matematika dan ilmu alam. (A. Qurniawati, Ed.) Klaten, Jawa Tengah, Indonesia: Intan Pariwara.












Right Arrow:   dipengaruhi

Asam Basa

KONSEP ASAM BASAπŸ’™πŸ’– Assalamualaikum teman-teman 😍 diblog kali ini aku akan membahas tentang asam-basaπŸ˜²πŸ˜‰                   ...