Selasa, 24 September 2019

IKATAN dan STRUKTUR - LARUTAN ELEKTRONIT


Assamualaikum teman-teman berjumpa lagi dengan tulisan saya hehehe…πŸ’•
Sebelumnya saya sudah membahas tentang factor geometri ada yang ingat apa saja factor geomeri itu? Ok kita review kembali yaa 😊. Jadi, faktor geometri yang pertama yaitu jari-jari atomic dan ion,kedua entalpi kisi, ketiga tetapan madelung, keempat struktur Kristal logam, kelima Kristal ionic, keenam yaitu aturan jari-jari, the last variasi ungkapan struktur padatan.
Langsung saja yaa kita masuk ke faktor selanjutnya yaitu faktor elektronik.πŸ˜‰

FAKTOR EEKTRONIK

Faktor elektronik yaitu faktor yang memiliki sifat elektronik yang  menentukan ikatan dan struktur senyawa, seperti kekuatan atom-atom penyusun dalam menaruk dan menolak electron, molekul orbital yang diisi electron valensi, dsb. Berikut ini adalah konsep fundamental dari faktor elektronik.
1.       Muatan inti efektif ( Zeff)
Karena muatan positif inti biasanya  sedikit banyak dilawan oleh muatan electron (dibawah elekron valensi), muatan inti yang dirasakan oleh electron valensi suartu atom dengan nomor Z akan lebih kecil dengan muatan inti, Ze. Penurunan uni dungkapkan dengan konstanta perisai dan muatan ini netto disebut muatan inti efektif, Zeff.

Zeff = Z –  𝜎


β„ΎMuatan inti efektif bervariasi orbital dan jarak inti

Jadi di muatan inti efektif ini terjadi tarik menarik electron teman – teman

2.       Energi Ionisasi ( Ei)
Energi ionisasi didefinisikan sebagai enertgi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan electron dari atonm dalam fase gas (g).

  𝑨(𝑔)→ 𝑨⁺(𝑔) + 𝗲(𝑔)

Energi ionisasi  ionisasi yang pertama, yang mengeluarakan electron terluar merupakan energy ionisasi terendah, energy ionisasi ke -2 dan ke -3 dan seterusnya yang mengionisasi lebih lanjut kation, meningkat dengan cepat sehingga memiliki energy ionisasi yang semakin besar. Sehingga dapat diambil persamaan yaitu
                                                    Ei1 < Ei2< Ei3
Entalpi ionisasi  yakni perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan termodinamika.
Unsur alkali umumnya memiliki energy ionisasi terendah karena unsur –unsur nya akan terstabilkan dengan pengeluaran satu electron terluar untuk mencapai konfigurasi gas mulia. Kenapa gas mulia? Karena gas mulia ini memiliki struktur elketronik yang stabil dengan demikian energy ionisasi yang dimilikinya adalah yang terbesar.
Jadi, di energy ionisasi ini terjadi perlepasaan electron untuk mencapai kestabilan.



 Nah gimana udah mulai ada gambaran heheh πŸ˜€… lanjut yaa teman – teman

3.       Afinitas Elektron
Afinitas electron adalah negative entalpi penangkapan electron oleh atom dalam fase gas, sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan berikut dan dilambangkan dengan                         A  (= -Heg)
A(g) + e ⟶ A-(g)
Afinitas electron dapat dianggap entalpi ionisasi anion. Karena atom halogen mencapai konfigurasi electron gas mulia bila satu lektron ditambahkan, afinitas electron bernilai besar.
Sehingga difenisikan afinitas electron pertama adalah energy yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu electron untuk membentuk 1 mol ion gas.

4.       Ke-elektronegatifan  ( X )
Ke-elektronegatifan adalah salah satu parameter atom paling fundamental yang mengungkapkan secara numerik kecenderungan atom untuk menarik electron dalam molekul. Dasar teori yang digunakan untuk menentukan ke-elektronegatifan.
a.       L . Pauling
L. pauling mendefinisikan ke-elektronegatifan sebagai besaran kuntitatif katrakter ion ikatan
                                      πž“=𝑫(𝐴𝐡) - 1/2 𝑫(𝐴𝐴)+ 𝘿(π˜‰π˜‰))

D adalah energy ikatan kovalen. Namun, kemudian diamati tidak selalu positif dan Pauling memodifikasi definisinya dengan:
                                     πž“=𝑫(𝐴𝐡) - √𝑫(𝐴𝐴)+ 𝘿(π˜‰π˜‰))
Ke-elektronegatifan difenisikan dengan cara agar perbedaan ke-elektronegatifan atom A dan B sebanding dengan akar kuadrat karakter ion.

                                                            |π—«πšŠ - π—«πš‹| = 0.208√Ξ”

                           
                                 

b.      A. L. Allerd dan E. G. Rochow
Ke-elektronegatifan merupakan medan listrik dipermukaan aom Zeff / r2. Mereka menambahkan konstantauntuk membuat keelektronegatifan mereka X AR sedekat mungkin dengan nilai Pauling dengan menggunakan r adalah jari-jari ikatan kovalen atom.

                                       Xπ‘Žπ‘Ÿ = 0.74 + 0.36    Zeff / r2

Dengan hasil kesimpulan yaitu unsur-unsur dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki ke elektronegatifan yang besar.
c.       R. Muliken
Mendefinisikan ke-lektronegatifan sebagai rata-rata energy ionisasi dan afinitas elektron A .
                                                                       𝐗𝐦 = 1/2 ( I +A)
  
Karena energy ionisasi adalah energy eksitasi elektronik dari HOMO ( highest occupied moleculer  orbital) dan afinitas electron adalah penambahan electron ke LUMO (lowest unoccupied moleculer orbital) . dalam definisi ini keeloktonegatifan dapat disebut juga rata-rata tingkat energy HOMO dan LUMO.
Dalam ke – elektronegatifan  berhubungan langsung dengan orbital atom.  Ke-elektronegatifan atom – atom penyusun adalah besaran yang penting untuk menjelaskan ikatan, struktur, dan reaksi senyawa. Ke-elektronegatifan meningkat kekanan dan menurun jika kebawah dalam table periodic unsur.


                                  


5.       Orbital molekul

Fungsi gelombang electron dalam suatu atonm disebut orbital atom. Karena kebolehjadian menemukan electron dalam orbital molekul sebanding kuadrat fungsi gelombang, peta electron tampak seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi gelombang mempunyai daerah beramplitudo positif atu negative yang disebut cuping (lobes) . Tumpang tindih cuping positif dengan positif atau negative dengan negative dalam molekul akan memperkuat satu sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping postif dengan negative akan meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan. 
Dalam pembentukan molekul orbital atom bertumpang tindih menghasilkan orbital molekul akni fungsi gelombng electron dalam molekul. Jumlah orbital molekul adalah jumlah atom dan orbital molekul ini diklasifikasikan menjadi orbital molekul ikatan, non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnta partisipasi orbital itu dalam ikatan antar atom. Kondisi pembentukan orbital molekul ikatan adalah sebagai berikut.
Syarat pembentukan orbital molekul ikatan
-          Cuping orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpng tindih
-          Tanda postif atau negative cuping yang bertumpang tindih sama
-          Tungkat energy atom-atomnya dekat
Kasus paling sederhana adalah orbital molekul yang dibentuk dari orbital atom A dan B dan akan dijelaskan disini. Orbital molekul ikatan dibentuk antar A dan B bila syarat-syarat diatas dipenuhi, tetapi bila salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi  seperti bila tanda salah satu orbital atom dibalik, sayarat ke 2 tidak dipenuhi dan orbital molekul anti ikatan ang memiliki cuping yang bertumpang tindih dengan tanda berlawanan akan dihasilkan seperti gambar dibawah ini
                                                                     





Tingakatan energy orbital molekul ikatan lebih rendah, sedangkan tingkatan energy antiikatan lebih tinggi dari tingkat energy orbita atom penyusunnya. Semakin besar selisih energy orbital ikatan dan anti ikatan, maka semakin kuat ikatannya. Bila tidak interaksi ikatan dan anti ikatan antara A dan B, orbital molekul yang dihasilkan adalah orbital non ikatan. Electron menempati orbital molekul dari yang terendah ke energy yang tertinggi. Orbital molekul terisi dan berenergi tertinggi disebut HOMO dan orbilat molekul kosong yang berenrgi rendah disebut LUMO .(Taro, 2004)

Cukup sekian yaa.. terimakasih 😊

DAFTAR PUSTAKA

Taro, S. (2004, Mei 10). Buku Teks Online Kimia Anorganik. Kimia Anorganik. (Ismunandar, Trans.) Tokyo, Jepang.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asam Basa

KONSEP ASAM BASAπŸ’™πŸ’– Assalamualaikum teman-teman 😍 diblog kali ini aku akan membahas tentang asam-basaπŸ˜²πŸ˜‰                   ...