Assamualaikum teman-teman
berjumpa lagi dengan tulisan saya hehehe…π
Sebelumnya saya sudah membahas
tentang factor geometri ada yang ingat apa saja factor geomeri itu? Ok kita
review kembali yaa π. Jadi, faktor geometri yang pertama yaitu jari-jari atomic
dan ion,kedua entalpi kisi, ketiga tetapan madelung, keempat struktur Kristal
logam, kelima Kristal ionic, keenam yaitu aturan jari-jari, the last variasi
ungkapan struktur padatan.
Langsung saja yaa kita masuk ke
faktor selanjutnya yaitu faktor elektronik.π
FAKTOR EEKTRONIK
Faktor
elektronik yaitu faktor yang memiliki sifat elektronik yang menentukan ikatan dan struktur senyawa,
seperti kekuatan atom-atom penyusun dalam menaruk dan menolak electron, molekul
orbital yang diisi electron valensi, dsb. Berikut ini adalah konsep fundamental
dari faktor elektronik.
1.
Muatan inti efektif ( Zeff)
Karena muatan positif inti
biasanya sedikit banyak dilawan oleh
muatan electron (dibawah elekron valensi), muatan inti yang dirasakan oleh
electron valensi suartu atom dengan nomor Z akan lebih kecil dengan muatan
inti, Ze. Penurunan uni dungkapkan dengan konstanta perisai dan muatan ini netto
disebut muatan inti efektif, Zeff.
Zeff = Z – π
βΎMuatan inti efektif bervariasi orbital
dan jarak inti
Jadi di muatan inti efektif ini terjadi
tarik menarik electron teman – teman
2.
Energi Ionisasi ( Ei)
Energi ionisasi didefinisikan
sebagai enertgi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan electron dari atonm
dalam fase gas (g).
π¨(π)→ π¨⁺(π) + π²(π)
Energi ionisasi
ionisasi yang pertama, yang mengeluarakan electron terluar merupakan
energy ionisasi terendah, energy ionisasi ke -2 dan ke -3 dan seterusnya yang
mengionisasi lebih lanjut kation, meningkat dengan cepat sehingga memiliki
energy ionisasi yang semakin besar. Sehingga dapat diambil persamaan yaitu
Ei1 <
Ei2< Ei3
Entalpi
ionisasi yakni perubahan entalpi standar
proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan termodinamika.
Unsur alkali umumnya memiliki energy ionisasi terendah
karena unsur –unsur nya akan terstabilkan dengan pengeluaran satu electron
terluar untuk mencapai konfigurasi gas mulia. Kenapa gas mulia? Karena gas
mulia ini memiliki struktur elketronik yang stabil dengan demikian energy
ionisasi yang dimilikinya adalah yang terbesar.
Jadi, di energy ionisasi ini terjadi perlepasaan
electron untuk mencapai kestabilan.
Nah gimana udah mulai ada gambaran heheh π…
lanjut yaa teman – teman
3.
Afinitas Elektron
Afinitas electron adalah negative entalpi penangkapan
electron oleh atom dalam fase gas, sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan
berikut dan dilambangkan dengan A (= -∆Heg)
A(g) + e ⟶ A-(g)
Afinitas electron dapat dianggap entalpi ionisasi
anion. Karena atom halogen mencapai konfigurasi electron gas mulia bila satu
lektron ditambahkan, afinitas electron bernilai besar.
Sehingga difenisikan afinitas electron pertama adalah
energy yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu electron untuk
membentuk 1 mol ion gas.
4.
Ke-elektronegatifan ( X )
Ke-elektronegatifan adalah salah satu parameter atom
paling fundamental yang mengungkapkan secara numerik kecenderungan atom untuk
menarik electron dalam molekul. Dasar teori yang digunakan untuk menentukan ke-elektronegatifan.
a.
L . Pauling
L. pauling mendefinisikan ke-elektronegatifan sebagai
besaran kuntitatif katrakter ion ikatan
π=π«(π΄π΅) - 1/2 π«(π΄π΄)+ πΏ(ππ))
D adalah energy ikatan kovalen. Namun,
kemudian diamati ∆ tidak selalu positif dan Pauling
memodifikasi definisinya dengan:
π=π«(π΄π΅) - √π«(π΄π΄)+ πΏ(ππ))
Ke-elektronegatifan difenisikan dengan
cara agar perbedaan ke-elektronegatifan atom A dan B sebanding dengan akar
kuadrat karakter ion.
|π«π - π«π| = 0.208√Ξ
b.
A. L. Allerd dan E. G. Rochow
Ke-elektronegatifan merupakan medan listrik
dipermukaan aom Zeff / r2. Mereka menambahkan
konstantauntuk membuat keelektronegatifan mereka X AR sedekat
mungkin dengan nilai Pauling dengan menggunakan r adalah jari-jari ikatan kovalen atom.
Xππ = 0.74 + 0.36 Zeff / r2
Dengan hasil kesimpulan yaitu unsur-unsur
dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki
ke elektronegatifan yang besar.
c.
R. Muliken
Mendefinisikan ke-lektronegatifan sebagai
rata-rata energy ionisasi dan afinitas elektron A .
ππ¦ = 1/2 ( I +A)
Karena energy ionisasi adalah energy
eksitasi elektronik dari HOMO ( highest
occupied moleculer orbital) dan
afinitas electron adalah penambahan electron ke LUMO (lowest unoccupied moleculer orbital) . dalam definisi ini
keeloktonegatifan dapat disebut juga rata-rata tingkat energy HOMO dan LUMO.
Dalam ke – elektronegatifan berhubungan langsung dengan orbital
atom. Ke-elektronegatifan atom – atom penyusun
adalah besaran yang penting untuk menjelaskan ikatan, struktur, dan reaksi
senyawa. Ke-elektronegatifan meningkat kekanan dan menurun jika kebawah dalam
table periodic unsur.
5.
Orbital molekul
Fungsi gelombang
electron dalam suatu atonm disebut orbital atom. Karena kebolehjadian menemukan
electron dalam orbital molekul sebanding kuadrat fungsi gelombang, peta
electron tampak seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi gelombang mempunyai
daerah beramplitudo positif atu negative yang disebut cuping (lobes) . Tumpang tindih cuping positif
dengan positif atau negative dengan negative dalam molekul akan memperkuat satu
sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping postif dengan negative akan
meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan.
Dalam pembentukan
molekul orbital atom bertumpang tindih menghasilkan orbital molekul akni fungsi
gelombng electron dalam molekul. Jumlah orbital molekul adalah jumlah atom dan
orbital molekul ini diklasifikasikan menjadi orbital molekul ikatan,
non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnta partisipasi orbital itu
dalam ikatan antar atom. Kondisi pembentukan orbital molekul ikatan adalah
sebagai berikut.
Syarat pembentukan orbital molekul ikatan
-
Cuping orbital atom penyusunnya cocok
untuk tumpng tindih
-
Tanda postif atau negative cuping yang
bertumpang tindih sama
-
Tungkat energy atom-atomnya dekat
Kasus
paling sederhana adalah orbital molekul yang dibentuk dari orbital atom A dan B
dan akan dijelaskan disini. Orbital molekul ikatan dibentuk antar A dan B bila
syarat-syarat diatas dipenuhi, tetapi bila salah satu dari syarat tersebut
tidak terpenuhi seperti bila tanda salah
satu orbital atom dibalik, sayarat ke 2 tidak dipenuhi dan orbital molekul anti
ikatan ang memiliki cuping yang bertumpang tindih dengan tanda berlawanan akan
dihasilkan seperti gambar dibawah ini
Tingakatan energy orbital molekul
ikatan lebih rendah, sedangkan tingkatan energy antiikatan lebih tinggi dari
tingkat energy orbita atom penyusunnya. Semakin besar selisih energy orbital
ikatan dan anti ikatan, maka semakin kuat ikatannya. Bila tidak interaksi
ikatan dan anti ikatan antara A dan B, orbital molekul yang dihasilkan adalah
orbital non ikatan. Electron menempati orbital molekul dari yang terendah ke
energy yang tertinggi. Orbital molekul terisi dan berenergi tertinggi disebut
HOMO dan orbilat molekul kosong yang berenrgi rendah disebut LUMO . (Taro, 2004)
Cukup sekian yaa.. terimakasih π
DAFTAR PUSTAKA
Taro, S. (2004, Mei 10). Buku Teks Online Kimia
Anorganik. Kimia Anorganik. (Ismunandar, Trans.) Tokyo, Jepang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar