KONSEP ASAM BASAππ
Assalamualaikum teman-teman π
diblog kali ini aku akan membahas tentang asam-basaπ²π
Sebelumya kalian pasti tau apa
itu basa dan asam. Jika ada segelas jus lemon dan sebuah sabun pasti dengan
mudahnya kita menentukan yang mana asam dan basa. Kita bisa merasaknannya jika
berasa masam pasti itu asam dan jika berasa pahit pasti itu basa. Tapi tidak
semuanya bisa kita cicipi seperti jus lemon dan sabun yang sudah familiar di
kehidupan kita dan tidak berdampak buruk. Bagaimana jika yang akan kita uji
asam basa merupakan suatu senyawa yang bisa dibilang berbahaya bagi diri kita ? kita dapat menentukan asam basa dengan menggunakan konsep para ilmuawa yang luar biasa.
1. Teori
Arrhenius π¨
Pada
tahun 1886, Svante August
Arrhenius, ilmuwan dari Swedia mengemukakan teori menegenai asam dan
basa. Menurut Arrhenius, asam
difenisikan sebagai zat yang menghasilkan ion hydronium ( H3O+)
atau ion hydrogen ( H+) apabila dilarutkan dalam air. nah teman -teman ternyata ada dua jenis asam dan dua jenis basa jika dilihat dari jumlah H⁺ (untuk asam) dan ion OH⁻ (untuk basa) yang dihasilkan dalam reaksi ionisasi.
Contoh :
a. asam monoprotik (jumlah ion H⁺ = 1)
HCl (ππ) → H+ (ππ) + Cl⁻ (ππ) asam klorida
b. asam poliprotik ( jumlah ion H⁺ > 1)
H2SO4
(aq)→ 2 H+(aq) + SO42-(aq) asam sulfat
c. basa monoprotik ( jumlah ion OH⁻ = 1)
NaOH (ππ) → Na+ (ππ) + OH⁻ (ππ) natrium hidroksida
d. basa poliprotik ( jumlah ion OH⁻ > 1)
Ba(OH)2(aq)→ Ba2+ (aq) + 2OH- (aq) barium hidroksida
Arrhenius
mendefinisikan basa sebagai
zat yang mengahasilkan ion hidroksida ( OH-) jika dilarutkan dalam
air.
Contoh :
Alumunium Hidroksida
Al(OH)3(aq)↔Al³⁺ (aq) + 3OH- (aq)
Dapat
disimpulkan bahwa kita dapat menentukan asam basa dengan mudah tetapi teori
Arrhenius ini hanya pada pelarut air. Jika pelarutnya bukan air dan zat yang
terurai tidak menghasilkan ion H+ dan OH- , teori ini
tidak berlaku. Reaksi asam basa yang tidak melibatkan ion H+ dan OH-
dapat dijelaskan menggunakan teori
Bronsted Lowry dan teori Lewis. (Annik, 2017)
2. Teori
Bronsted Lowryπ¬
Pada
1923, Johannes Nicolaus Bronsted, kimiawan dari Denmark dan Thomas Martin
Lowry, kimiawan dari Amerika Serikat mendefiniskan tentang asam basa. Menurut
Bronsted-Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton,
sedangkan basa adalah spesi yang bertindak sebagai penerima (aseptor)
proton dalam suatu reaksi transfer proton. Pada reaksi asam-basa Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan
asam-basa konjugasi. (Annik, 2017)
Contoh:
Dapat
disimpulkan bahwa teori ini dapat menjelaskan atau melengkapai konsep asam –
basa Arrhenius tetapi tidak dapat menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan
transefer proton ( H+)
3. Teori
Lewisπ¨
Pada 1923,
Gilbert N. Lewis, kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan bahwa asam basa
berdasarakan teori
ikatan kimia. Menurut lewis, asam adalah peneriman (akseptor) pasangan electron bebas. Sementara
itu, basa adalah pemberi
(donor) pasangan electron bebas. (Annik, 2017)
Cukup sekian terimakasih banyak π byee byeeππ




niceeee
BalasHapus